PONTIANAKGLOBE.COM, PACITAN -- Sosok kakek Tarman (74) tengah menjadi sorotan publik setelah pernikahannya di Pacitan, Jawa Timur, viral lantaran menggunakan mahar fantastis senilai Rp3 miliar.
Namun di balik kabar heboh itu, terungkap bahwa Tarman ternyata pernah terjerat kasus penipuan pedang samurai senilai triliunan rupiah di Wonogiri, Jawa Tengah.
Berdasarkan catatan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Wonogiri, Tarman divonis dua tahun penjara pada 2022.
Baca Juga: Kecelakaan Misterius di Jembatan Kembar, Mahasiswa UNM Ditemukan Tak Bernyawa
Dalam putusan nomor 47/Pid.B/2022/PN Wng, majelis hakim menyatakan pria asal Pacitan itu terbukti secara sah melakukan penipuan secara berlanjut.
Kasus ini bermula pada tahun 2016, ketika Tarman mengaku memiliki pedang samurai kuno bernilai Rp20 triliun yang konon akan dijual ke kolektor besar di Jakarta.
Ia kemudian menawarkan bantuan investasi kepada seorang saksi bernama Kamid dengan janji imbalan Rp3 triliun setelah transaksi selesai.
“Terdakwa menjanjikan imbalan besar dan membuat surat-surat palsu untuk meyakinkan korban,” ujar Jaksa Penuntut Umum, Nur Solikhin, dalam dakwaannya.
Tergiur dengan iming-iming besar itu, Kamid menyerahkan uang total Rp240 juta secara bertahap kepada Tarman.
Untuk memperkuat kebohongannya, Tarman bahkan membuat dokumen palsu yang seolah-olah berasal dari bank resmi dan lembaga keuangan.
Selama beberapa tahun, ia terus mengulur waktu dengan alasan proses pencairan dana masih menunggu izin dari PPATK, pajak, dan Balai Purbakala. Namun, pedang samurai triliunan rupiah yang dijanjikan tak pernah terbukti ada.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Maaf! Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia Pupus di Tangan Irak
Atas perbuatannya, Tarman dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Meski telah bebas, rekam jejak kasus tersebut kembali mencuat setelah kabar pernikahannya yang mewah viral di media sosial.
“Kalau dulu saya salah langkah, sekarang saya cuma ingin hidup tenang,” ujar Tarman dalam wawancara singkat di rumahnya, Pacitan.
Kini, publik kembali ramai memperbincangkan masa lalunya dan mempertanyakan kebenaran kisah di balik kekayaannya yang mendadak.***