Sudaryono menilai distribusi ke posyandu memiliki tantangan tersendiri dibandingkan penyaluran ke sekolah.
"Kalau sekolah kan sekali drop banyak, tapi kalau posyandu ini ibu hamil tidak terkonsentrasi dalam satu tempat," jelasnya.
"Jadi dia ada kerepotan karena harus mengantar ke banyak posyandu," imbuhnya.
BGN Tak Segan Tutup SPPG yang Tak Penuhi Standar
Sudaryono menegaskan, sidak dilakukan sebagai bagian dari pengawasan rutin sekaligus bentuk apresiasi kepada pengelola SPPG yang telah bekerja sesuai standar.
"Sidak ini untuk menyemangati SPPG yang sudah bekerja dengan baik," katanya.
Ia menegaskan, BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap SPPG yang mengabaikan standar kebersihan maupun keamanan pangan dalam proses penyediaan makanan.
"Secara umum, banyak SPPG yang bagus, tetapi masih ada satu hingga dua SPPG yang belum memenuhi standar," ungkapnya.
Menurut Sudaryono, SPPG yang belum memenuhi standar akan dibina agar segera melakukan perbaikan. Namun, apabila tetap tidak memenuhi ketentuan, BGN akan menghentikan operasionalnya.
"Yang belum itu akan kami benahi, dan kalau memang tidak bisa diperbaiki, akan kami tutup," tegas Sudaryono. ***
Artikel Terkait
Viral Siswa SD di Grobogan Belajar di Tengah Bangunan Roboh, Tetap Semangat Ikuti Kelas dan Program MBG
Nanik S Deyang Jalani Pengobatan Jantung di Luar Negeri, Ungkap Kronologi Mundur dari Jabatan Kepala BGN
DPR dan Pemerintah Finalisasi Perpres Ojol, Aturan Ditargetkan Terbit Pekan Depan
Viral Warga Geruduk Rumah Guru ASN di Tanjungbalai, Diduga Terkait Kasus Pencabulan Siswa SD
DPR Fasilitasi Dialog Sekar Telkom, Streamlining Telkom Group Dipastikan Tak Berujung PHK
Viral Cekcok Pengemudi Alphard dan Satpam di Bundaran HI, Polisi Dalami Dugaan Korban Dipaksa Bersujud