Kronologi Dugaan Intimidasi
Dugaan intimidasi mencuat setelah Nabyla mengunggah cuitan di akun X @nabylarisfa pada 16 Juli 2026. Dalam unggahannya, ia mengaku menerima pesan dari nomor tak dikenal yang memintanya menghapus cuitan mengenai isu mutasi pegawai di Kementerian PU.
Nabyla mengaku pihak yang menghubunginya turut menyertakan data pribadi miliknya, mulai dari alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, data keluarga, hingga lokasi terakhir perangkat yang digunakannya.
"Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan tweet tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya," tulis Nabyla.
Ia juga menyatakan telah menyiapkan surat somasi terkait dugaan intimidasi tersebut.
Dalam unggahan yang sama, Nabyla turut membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang meminta dirinya menghapus unggahan karena dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Cuitan yang dipersoalkan merupakan quote retweet terkait isu mutasi pegawai di Kementerian PU yang berbunyi:
"PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gweh."
Unggahan tersebut kemudian viral di media sosial. Hingga saat itu, cuitan tersebut telah ditonton lebih dari 3,2 juta kali, memperoleh ratusan balasan, serta dibagikan ulang lebih dari 10 ribu kali. ***
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Perkembangan Terbaru Setelah Memeriksa 31 Saksi dalam Perkara yang Menjerat Taufik Hidayat Sebagai Tersangka
Debat MBG, Qodari dan Wakil Ketua BEM UI Beradu Argumen soal Anggaran Pendidikan
Perampokan Bersenjata Gegerkan Toko Emas di Aceh Selatan, Pelaku Tembak Etalase dan Gasak Perhiasan
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Cikarang, Korban Sempat Kabur Lewat Jendela
MenPAN-RB dan Kepala BKN Kompak Sampaikan Pesan untuk ASN di Tengah Sorotan Kinerja Birokrasi
Viral Penjahit dan Pelanggan Adu Mulut di Bali, Muncul Dugaan Ujaran Rasis hingga Ancaman