Viral Penjahit dan Pelanggan Adu Mulut di Bali, Muncul Dugaan Ujaran Rasis hingga Ancaman

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Senin, 20 Juli 2026 | 14:05 WIB
Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali.  (Instagram/hiddenbyhilda)
Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali. (Instagram/hiddenbyhilda)

Penjahit terdengar mengatakan bahwa dirinya akan mendatangi tempat kerja pelanggan hingga mengirim orang untuk melakukan kekerasan.

"Kalau aku nggak ingat dengan hukum, sudah ku sikat mulutmu, udah ku pukul pakai tongkat," ujarnya.

Dalam bagian lain video, penjahit juga mengatakan:

"Saya bisa lapor ke bos kamu, mudah-mudahan kamu dipecat. Nggak ada yang peduli sama perempuan kayak kamu. Saya gerakkan orang Bali biar kamu mati, biar saya suruh tukang pukul saya bunuh kamu."

Sementara itu, melalui video yang diunggah akun Instagram anggota DPD RI asal Bali, @aryawedakarna, penjahit yang disebut bernama Sintya memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.

Ia mengaku emosi karena merasa pelanggan terus mendesaknya saat dirinya sedang makan.

"Dia yang salah, bukan saya yang salah. Orang minta disuruh nunggu 15 menit saja nggak mau, masa kita harus naruh makan pas enak-enaknya makan?" ujar Sintya dalam video yang dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.

Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, turut menanggapi viralnya video tersebut. Ia mengecam dugaan ujaran bernuansa SARA dan meminta persoalan tersebut segera diselesaikan.

"(Saya) menyampaikan kecaman, teguran yang sangat keras kepada pihak pelaku yang memaki, mencaci maki, menyampaikan kata-kata kasar terhadap pelanggannya," ujar Ni Luh Djelantik dalam video yang diunggah di Instagram, dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.

Ia menegaskan bahwa apa pun persoalan yang melatarbelakangi konflik tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melontarkan ucapan yang bersifat menghina maupun mengancam.

"Terlepas dari apa pun permasalahan yang dihadapi, tidak ada alasan yang menjadikan pembenaran dari apa yang bersangkutan. Mohon segera diselesaikan, baik secara kekeluargaan atau lainnya yang dianggap fair," tuturnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X