AI untuk Liburan, 28 Persen Gunakan untuk Travel Planning, 96 Persen Puas dengan Rekomendasi! Sinyal Besar bagi Industri Pariwisata Digital

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 5 September 2025 | 17:08 WIB
Foto ilustrasi traveling dengan perencanaan menggunakan AI.  (Freepik @tirachardz)
Foto ilustrasi traveling dengan perencanaan menggunakan AI. (Freepik @tirachardz)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini meluas ke sektor pariwisata.

Bukan hanya untuk produktivitas kerja, AI juga mulai jadi alat andalan wisatawan dalam merencanakan perjalanan.

Baca Juga: Galakkan Wisata Daerah, Wabup Sukiryanto Kenalkan 'Gita Nada'

Menurut survei global Kaspersky terhadap 3.000 responden di 15 negara, termasuk Indonesia, sebanyak 28% responden mengaku menggunakan AI untuk membantu travel planning.

Dari angka tersebut, 96% menyatakan puas dengan saran dan rekomendasi yang diberikan.

Temuan ini menandakan adanya peluang besar bagi industri pariwisata digital, terutama agen perjalanan online (online travel agent/OTA), maskapai, dan penyedia hotel untuk mengintegrasikan AI dalam layanannya.

Lebih jauh, 70% responden percaya AI mampu merekomendasikan aktivitas liburan, rute populer, hingga lokasi belanja oleh-oleh.

Sementara itu, 66% menggunakannya untuk memilih akomodasi, 60% untuk mencari restoran, dan 58% untuk menemukan tiket perjalanan.

Baca Juga: Dorong Wisata Bersih di Lovina, Kemenparekraf Ajak Masyarakat dan Wisatawan Peduli Lingkungan

Namun, saat menyangkut booking, persentasenya lebih rendah: 45% menggunakan AI untuk memesan hotel, 43% untuk tiket transportasi, dan 38% untuk restoran.

Angka ini menunjukkan bahwa konsumen masih berhati-hati dalam mempercayakan transaksi finansial langsung ke AI.

Dari sisi ekonomi, adopsi AI di sektor wisata berpotensi meningkatkan efisiensi industri dan mempercepat pengambilan keputusan konsumen.

Teknologi ini membantu menekan biaya pencarian informasi, memperluas pilihan, serta membuka peluang personalisasi layanan.

Baca Juga: Paket Wisata 3B Diperkuat, Kemenpar Siapkan Rute Laut Banyuwangi–Lovina

Namun, ada juga risiko. Survei mencatat 45% responden menggunakan AI untuk mencari informasi visa dan imigrasi—area yang rentan menimbulkan kesalahan jika tidak diverifikasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X