bizbuzz

Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan bagi Puluhan Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:15 WIB
Peserta Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan BRI Peduli di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi dan mendorong lahirnya usaha produktif yang berkelanjutan. (BRI)

PONTIANAKGLOBE.COM, CIREBON – BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali menjalankan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kegiatan ini ditujukan bagi para pekerja migran Indonesia yang telah menyelesaikan masa kontraknya di luar negeri dan kembali ke Tanah Air.

Baca Juga: Dapen BRI Mantapkan Manajemen Risiko Berkelas Dunia dengan ISO 31000:2018

Dalam pelaksanaan kali ini, program menyasar 60 purna PMI di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Para peserta mendapatkan berbagai pelatihan yang digelar di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon.

Pelatihan yang diberikan mencakup dasar-dasar kewirausahaan, identifikasi potensi usaha dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana usaha (business plan), manajemen usaha yang meliputi produksi, pemasaran, dan keuangan, penguatan mental serta motivasi berwirausaha, hingga pendampingan bisnis pascapelatihan.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan, program tersebut dirancang untuk membekali para purna PMI dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan guna membangun ketahanan ekonomi, baik melalui pengembangan usaha maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

Baca Juga: BRI UMKM EXPORT 2025, Peluang UMKM Indonesia untuk Go Global di Tahun 2025

Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan purna migran agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong untuk memulai ataupun mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi dan peluang di daerah masing-masing.

Selain itu, mereka juga memperoleh pendampingan bisnis secara intensif untuk mendukung pertumbuhan usaha yang lebih optimal, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, mereka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus berkontribusi aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Dhanny.

Berdasarkan data penempatan PMI per Desember 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jawa Barat menjadi daerah asal PMI terbesar di Indonesia dengan proporsi sekitar 21,93 persen dari total nasional dan menunjukkan tren peningkatan.

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Cirebon masuk dalam lima besar daerah asal PMI dengan kontribusi sebesar 4,02 persen. Jumlah PMI dari wilayah tersebut meningkat dari 767 orang menjadi 886 orang pada 2025 atau tumbuh sekitar 15,51 persen.

“Hal ini menunjukkan Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah prioritas dalam upaya pemberdayaan purna migran, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan ketahanan ekonomi, mendorong tumbuhnya usaha produktif, serta membuka peluang penghidupan yang berkelanjutan di dalam negeri,” tambah Dhanny.

Halaman:

Tags

Terkini