bizbuzz

Firnando Ganinduto Ingatkan Pemerintah, Serbuan Barang Impor Murah Bisa Bunuh Industri Nasional

Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:11 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto, mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan ancaman dari meningkatnya arus barang impor murah yang membanjiri pasar dalam negeri, terutama dari Tiongkok dan Thailand. (Instagram @firnandoganinduto.official)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H Ganinduto, mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan ancaman dari meningkatnya arus barang impor murah yang membanjiri pasar dalam negeri, terutama dari Tiongkok dan Thailand.

Menurutnya, derasnya produk asing berharga rendah kini mulai menekan industri strategis seperti baja, semen, dan tekstil di Indonesia.

Baca Juga: Firnando Ganinduto Tegas, Danantara Jangan Jadi Kantong Politik Berkedok Investasi!

“Masalah ini sangat serius. Industri baja, semen, hingga tekstil semuanya tertekan. Harga barang impor jauh lebih murah dari biaya produksi lokal. Kalau bea masuk tetap nol persen, industri nasional bisa kolaps,” kata Firnando dalam wawancara bersama Jaringan Promedia, Selasa (7/10/2025).

Politisi Partai Golkar itu menegaskan bahwa arah kebijakan perdagangan seharusnya berpihak pada produsen dalam negeri.

Ia meminta pemerintah memperketat impor berdasarkan kebutuhan nyata di pasar, bukan sekadar membuka keran tanpa memperhitungkan kapasitas produksi nasional.

“Harus ada aturan tegas: impor hanya dibuka jika produksi lokal sudah terserap seluruhnya,” tegasnya.

Dorong Proteksi Cerdas

Firnando menolak pandangan bahwa pembatasan impor sama dengan proteksionisme ekstrem.

Baca Juga: Trump Umumkan Akhir Perang Gaza, Puji Prabowo di KTT Perdamaian Mesir

Ia mendorong penerapan konsep smart protection atau proteksi cerdas, yang menjaga keseimbangan antara keterbukaan pasar dan perlindungan terhadap sektor strategis.

“Saya tidak anti pasar bebas, tapi proteksi tetap penting. Negara wajib melindungi industri strategis. Kalau sektor dasar seperti baja dan semen mati, maka kedaulatan ekonomi juga ikut runtuh,” ujarnya.

Ia mencontohkan, negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang pun tetap mempertahankan kebijakan proteksi terhadap industri dasarnya agar tetap tangguh menghadapi kompetisi global.

Baca Juga: Efek Domino Setelah Tropical Coastland Dicoret dari PSN, Saham PANI Langsung Babak Belur

Lebih lanjut, Firnando menilai bahwa pembatasan impor hanya langkah awal. Solusi utama ada pada pembangunan industri dalam negeri yang efisien, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini