PONTIANAKGLOBE -- Pemkot Medan terus melakukan gebrakan untuk memperbaiki ibu kota Sumatra Utara (Sumut) itu lebih bersih dan rapi. Salah satunya menata Danau Siombak untuk mengatasi persoalan banjir di Medan utara, Kecamatan Medan Marelan.
Danau Siombak juga merupakan destinasi wisata pinggiran kota Medan. Para pungunjung dapat menikmati kawasan manggrove dan menu kuliner sekitar danau. Di sana juga terdapat peninggalan jejak kota China tua yang awal terbentuk kota Medan.
Baru-baru ini, Pemkot Medan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II untuk merevitalisasi Danau Siombak di Jalan Nippon, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan ini sebagai tempat penampungan air.
Saat ini, tahap rencana revitalisasi sudah pada Detail Engineering Design (DED) yang harapannya dengan dijadikannya danau yang memiliki luas sekitar 40 hektar tersebut dapat mengatasi banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Walikota Medan Bobby Nasution mengatakan revitalisasi Danau Siombak ini dapat segera dilakukan, mengingat DED-nya sudah sangat matang yang tidak hanya untuk mengatasi banjir saja.
"Tapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dengan menjadikan danau yang merupakan bekas galian untuk pembangunan Jalan Tol Belmera pada tahun 1980 itu menjadi salah satu tempat rekreasi," kata Bobby dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Minggu (13 November 2022).
Tim Teknis BWS Sumatera II memaparkan rencana teknis dari revitalisasi Danau Siombak yang akan dilakukan, diantaranya terkait banjir rob, sampah, kualitas air serta sedimentasi.
Jika program revitalisasi itu terlaksana, maka sebanyak 2.248 Kepala Keluarga yang terdiri dari 8.935 penduduk di Lingkungan 1, 5, 6, 7, 8 dan 9 Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan akan terbebas dari banjir rob dan backwater Danau Siombak.