PONTIANAKGLOBE -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berharap alokasi dana APBD sektor pariwisata dapat mendongkrak kualitas destinasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang memiliki objek wisata.
Pada 2023 ini, dengan dana APBN dapat menghasilkan jumlah produk wisata nasional sebanyak 108 produk, 30 kegiatan MICE, 60 events, dan jumlah tenaga kerja pariwisata sebanyak 14,9 juta orang.
Dilansir dari laman Kemenkeu, dana APBN disalurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik diarahkan untuk mendorong penyelesaian pembangunan daya tarik kawasan inti Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan pembangunan Daya Tarik Wisata (DTW).
"Alokasi anggaran bidang pariwisata dalam DAK Fisik tahun 2022 (outlook) mencapai Rp0,31 triliun. Sementara, dalam APBN 2023 jumlahnya naik menjadi Rp0,45 triliun," dikutip Pontianak Globe Jumat (19 Mei 2023).
Dana APBN juga untuk Dana Pelayanan Kepariwisataan dalam APBN 2023 mencapai Rp133,3 miliar atau meningkat Rp9,8 miliar dari outlook tahun 2022.
Adapun lokasi wisata yang diprioritaskan pemerintah seperti lima destinasi pariwisata super prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado-Likupang. Selain itu, pemerintah juga sudah menetapkan lima destinasi prioritas yang meliputi Wakatobi, Morotai, Raja Ampat, Bromo, dan Tanjung Kelayang.
Dana APBN juga telah turut mendatangkan event internasional seperti MotoGP 2022 di Mandalika, World Tourism Day 2022, dan rangkaian acara G20.
Anggaran pariwisata juga untuk mendukung penyelenggaraan event berskala internasional, yakni Asian Games, Asian Paragames, dan pertemuan IMF-World Bank.
Realisasi pada tahun berikutnya turun cukup signifikan, yaitu di kisaran Rp4,2 triliun. Realisasi pada tahun 2020, 2021, 2022 (outlook) berturut-turut yakni Rp3,2 triliun, Rp4,1 triliun, dan Rp4,2 triliun.