PONTIANAKGLOBE.COM, SINGKAWANG -- Kawasan wisata Gunung Poteng, yang dikenal sebagai destinasi bersejarah dengan pesona alam luar biasa, kembali menarik perhatian dengan konsep eco tourism.
Sejak era kolonial Belanda, Gunung Poteng telah menjadi tujuan wisata populer, berkat keberadaan vila peristirahatan dan kolam pemandian.
Baca Juga: Prabowo Masuk Daftar 10 Pemimpin Dunia Berpengaruh 2025 versi Media Asing
Jejak sejarah ini masih dapat disaksikan hingga kini, menjadikannya potensi besar sebagai destinasi unggulan di Singkawang.
Penjabat Wali Kota Singkawang, Sumastro, mengunjungi kawasan wisata Gunung Poteng pada Sabtu, 4 Januari 2025.
Dalam kunjungannya, ia mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan alam di kawasan tersebut.
Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Man United, Menanti Aksi Mo Salah di Gawang Favorit
"Kawasan Gunung Poteng ini memiliki keindahan alam yang asri dan air terjun yang menenangkan hati," ujar Sumastro.
Ia juga mengapresiasi inisiatif kecamatan dan kelurahan, yang didukung oleh warga setempat, dalam upaya merevitalisasi kawasan wisata ini.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya positif yang patut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Singkawang.
Namun, Sumastro mengingatkan bahwa kawasan Gunung Poteng berada dalam wilayah Cagar Alam Raya Pasi, yang mencakup area sekitar 3.700 hektar dan meliputi sebagian wilayah Kota Singkawang serta Kabupaten Bengkayang.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
"Kawasan Gunung Poteng ini termasuk dalam Cagar Alam Raya Pasi dengan luas sekitar 3.700 hektar. Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak BKSDA sangat diperlukan," jelasnya.
Lebih lanjut, Sumastro menekankan perlunya langkah konkret dari Pemerintah Kota Singkawang, seperti penyusunan masterplan dan Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan kawasan wisata ini.