PONTIANAKGLOBE.COM - Induk perusahaan WhatsApp, Meta, menggugat perusahaan China yang melakukan bisnis aplikasi modifikasi karena diduga terlibat dalam pencurian data satu juta akun pengguna.
"Mulai selambat-lambatnya Mei 2022 dan berlanjut hingga setidaknya Juli 2022,
Tergugat secara bersama-sama menjalankan bisnis sebagai HeyMods, Highlight Mobi, dan HeyWhatsApp menyesatkan lebih dari satu juta pengguna WhatsApp untuk mengkompromikan akun mereka sendiri sebagai bagian dari serangan pengambilalihan akun," isi petitum Meta.
Di Google Play Store, tergugat mendaftarkan pengembang aplikasi berbahaya ini sebagai HeyMods Yo Gb Plus WaMods, dengan alamat email [email protected].
Setelah diinstal, aplikasi-aplikasi tersebut termasuk AppUpdater untuk WhatsPlus 2021 GB Yo FM HeyMods dan Theme Store untuk Zap menggunakan malware yang digabungkan untuk mengumpulkan informasi sensitif, termasuk autentikasi akun.
Informasi-informasi tersebut kemudian digunakan untuk membajak akun WhatsApp mereka mengirim pesan spam.
"Tergugat memprogram Aplikasi Berbahaya untuk mengomunikasikan kredensial pengguna ke komputer WhatsApp dan mendapatkan kunci akun dan informasi autentikasi pengguna (secara kolektif, 'akses informasi')." Jelas Meta tentang gugatan yang dilayangkanya.
Aplikasi pihak ketiga yang mendompleng WhatsApp sempat populer di RI karena berbagai fitur unik.
Satu di antaranya adalah GB WhatsApp atau WhatsApp GB.
Cara download via apk pun ditawarkan oleh sejumlah artikel di media seolah-olah app tersebut legal.***
Artikel Terkait
Tulus Dominasi AMI Awards 2022, Berikut Daftar Lengkap Para Pemenangnya
Tips Membuat Gigi Lebih Putih dan Cara Mencegahnya Agar Gigi Tak Menjadi Kuning
Waspada Kosmetik Mengandung Perwarna Berbahaya, Cek di Sini Daftar Lengkapnya
Cek di Sini Daftar Startup yang Tutup Layanan dan Lakukan PHK, Satu di Antaranya Indosat Ooredo Hutchison