PONTIANAKGLOBE -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap kerjasama dengan Google Indonesia dapat mengorong peningkatan kinerja niaga elektronik (e-commerce) dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (Kemendag), Kasan melihat Google memiliki 'big data' ekonomi digital dan secara rutin merilis laporan e-conomy SEA report sejak 2016.
Menurutnya, penjajakan antara Kementerian Perdagangan dan Google Indonesia nanti untuk pemanfaatan alat analisa, data dan laporan Google, serta pelatihan menjadi fokus Kementerian Perdagangan pada 2023.
"Kerjasama nanti untuk menghasilkan rumusan kebijakan yang sesuai tren dan perkembangan perdagangan digital termasuk mendorong kontribusi perdagangan digital dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha khususnya UMKM," kata Kasan dari siaran pers Kemendag dikutip Pontianak Globe, Selasa (1 Februari 2023).
Di sisi lain, Kemendag sedang menyasar 1 juta UMKM meliputi 250.00 pedagang pasar rakyat dan 750.000 pedagang non pasar rakyat melalui digitalisasi pasar dengan memanfaatkan platform digital untuk transaksi pembayaran.
"Kementerian bekerjasama dengan Bank Indonesia dan penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik salah satunya platform Dagangan untuk mendampingi UMKM masuk ke dalam ekosistem digital," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam acara Edukasi UMKM Go Digital Bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dagangan, dan HIPMI Sulawesi Utara” di Manado, Sulawesi Utara.
Selain itu, Kemendag mulai memberikan kemudahan akses pasar bagi UMKM untuk memasarkan produk di pasar internasional melalui 46 kantor perwakilan perdagangan Kemendag di luar negeri.
Aspek digitalisasi lain, Kemendag memebrikan fasilitasi pengembangan produk UMKM dengan menyediakan etalase produk UMKM melalui laman web https://portal-indonesia.id. Sehingga pelaku UMKM dapat memfasilitasi promosi dan pengenalan produk mereka.