techno

Mengenal Apa itu Aplikasi Tanamin! Bisa Mendeteksi Penyakit Tanaman Padi, Singkong dan Tomat

Senin, 19 September 2022 | 18:44 WIB
Tanamin menjadi salah satu dari Top 15 yang memperoleh mentor industri dan dana inkubasi sebesar Rp140 juta dari Google dan DRTPM Ditjen Diktiristek. (DOK. GOOGLE INDONESIA)

PONTIANAKGLOBE.COM - Tanamin menjadi salah satu dari Top 15 yang memperoleh mentor industri dan dana inkubasi sebesar Rp140 juta dari Google dan DRTPM Ditjen Diktiristek.

Tanamin adalah sebuah aplikasi machine learning yang dapat mendeteksi penyakit pada tanaman seperti padi, singkong, dan tomat.

Aplikasi ini juga bisa mengenali jenis sayuran secara umum. Solusi tersebut bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan efisiensi pemeriksaan penyakit untuk mencegah gagal panen dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nanang Febrianto, Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro dan pemimpin kelompok Tanamin mengungkapkan pihaknya memiliki cita-cita untuk menjadikan Tanamin sebagai aplikasi yang dapat membantu pertanian dari hulu ke hilir, mulai dari perawatan hingga sistem penjualan hasil panen.

“Oleh karena itu, rencana kedepan dalam masa inkubasi adalah fokus dalam sistem monitoring atau perawatan tanaman seperti memperbanyak dukungan jenis tanaman yang akan dideteksi, memperbaiki dan meningkatkan tingkat akurasi dalam deteksi penyakit tanaman dan informasi hasil yang ramah bagi petani seperti hasil deteksi penyakit, cara penanggulangan, tips budidaya, dan rekomendasi pupuk yang bisa digunakan," papar Nanang melalui rilis yang diterima Tim Pontianakglobe.com.

Nanang juga menambahkan timnya akan membuat fitur yang berguna untuk memberikan wadah bagi komunitas pertanian untuk saling berbagi dan bertukar informasi terkait tentang pertanian.

"Nantinya, Tanamin akan mentransformasi prototype mereka menjadi produk yang siap untuk diperkenalkan pada user atau masyarakat dalam bimbingan Lab Inkubasi dan Kewirausahaan di 15 kampus Mitra Bangkit," tandasnya.

Di Bangkit 2022, terdapat dua jenis projek tugas akhir yang harus mereka kerjakan sebagai syarat kelulusan. Pertama, yaitu “Product-Based Capstone Project” di mana para siswa harus berinovasi membuat solusi produk bagi permasalahan di ranah publik, seperti lingkungan, kesehatan, ketahanan ekonomi, sesuai tema pilihan peserta. Projek kedua yang baru ada di tahun ini yaitu “Company-Based Capstone Project” di sini, para peserta akan diasah kemampuannya untuk menjawab tantangan riil dari industri. (*/001)

Tags

Terkini