techno

Apa itu Aplikasi TeDi ? Keren, Aplikasi Pertama di Indonesia yang Punya Fitur Mempermudah 3 Tipe Disabilitas

Kamis, 15 September 2022 | 21:10 WIB
(Dari kiri-kanan) Gilang Martadinata dan Najma dari tim TeDi, peserta Bangkit 2022. (DOK. Google Indonesia)

PONTIANAKGLOBE.COM - Aplikasi TeDi atau Teman Disabilitas menjadi satu diantara Top 15 Product-Based Capstone Project yang memperoleh mentor industri dan dana inkubasi sebesar 140 juta dari Google dan Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

TeDi adalah aplikasi mobile Indonesia pertama yang memiliki fitur-fitur untuk membantu tiga tipe disabilitas sekaligus, yaitu tunanetra, tunarungu, dan tunawicara.

TeDi menawarkan fitur BISINDO translator untuk menerjemahkan bahasa isyarat, Object Detection untuk mendeteksi objek di sekitar, Currency Detection untuk membaca mata uang, dan Text Detection untuk membaca sebuah teks.

Selanjutnya, TeDi akan mentransformasi prototype mereka menjadi produk yang siap untuk diperkenalkan pada user atau masyarakat dalam bimbingan Lab Inkubasi dan Kewirausahaan di 15 Kampus Mitra Bangkit.

Selain TeDi, tim lain yang akan mendapatkan kesempatan ini adalah EcoSense, Herbapedia, HerAi, Yourney, DressOnMe, LukaKu, Glucare, Dwicara, Fi$hku, Tanamin, Ambroise, BahanbaKu, Circle, Kulitku.

Najma, Mahasiswi Universitas Padjadjaran dan pemimpin kelompok TeDi mengatakan, TeDi atau Teman Disabilitas berawal dari pertanyaan yang muncul di benak timnya.

"Apakah saat ini teknologi sudah dapat membantu orang-orang yang membutuhkan, atau hanya hiburan semata," ungkapnya.

Atas dasar itu, ia dan rekan satu timnya berpikir bahwa sebaiknya kemajuan teknologi saat ini digunakan untuk membantu orang-orang yang sangat membutuhkan.

"Salah satunya adalah penyandang disabilitas karena masih banyak diskriminasi dan kesulitan yang mereka rasakan," timpalnya.

 

Luluskan 2.517 Siswa

Bangkit 2022 telah meluluskan 2.517 siswa pada 6 September lalu sebagai program andalan Kampus Merdeka untuk alur belajar cloud computing, mobile development, dan machine learning.

Bulan ini, kami akan berbagi pengalaman peserta Bangkit tahun ini dan aplikasi yang mereka buat.

Di Bangkit 2022, terdapat dua jenis projek tugas akhir yang harus mereka kerjakan sebagai syarat kelulusan.

Halaman:

Tags

Terkini