PONTIANAKGLOBE -- PT Vale Indonesia Tbk dan Zhejian Huayoa Cobalt Co dan Ford Motor Co, produsen mobil global teken kerjasama untuk mengelola proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL) Blok Pomalaa.
Proyek tersebut akan mengolah biji dari PT Vale Indonesia untuk menghasilkan nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP), produk nikel berbiaya rendah dan nanti digunakan dalam baterai EV.
Kesepakatan ini kelanjutan dari groundreaking Blok Pomalaa PT Vale Indonesia pada November lalu. Blok ini merupakan Proyek Strategis Nasional dengan investasi hingga Rp67,5 triliun dan diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 12.000 pekerjaan konstruksi.
Pabrik tersebut bakal beroperasi di bawah anak usaha PT Kolaka Nickel Indonesia di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia.
Dilansir dari laman Vale Indonesia, lokasi proyek HPAL Blok Pomalla telah berlangsung dan target operasional komersil pada 2026. Dengan kolaborasi bersama Vale Indonesia, akan memproduksi baterai EV untuk industri otomotif Ford.
Lisa Drake, Vice President Industrialisasi Ford Model e EV mengatakan Ford sebagai pengendali langsung akan mendapatkan nikel yang dibutuhkan dengan menerapkan standar yang terukur.
"Ford mendapatkan nikel dengna pendekatan industri berbiaya rendah dan memastikan nikel ditambang sesuai target keberlanjutan perusahaan kami," kata Lisa Drake dikutip Pontianak Globe, Selasa (4 April 2023).
Artikel Terkait
Taiwan Mau Denda Foxconn Gara-Gara Investasi Tidak Sah Bikin Chip Mobil Listrik
VinFast Ekspor Mobil Listrik ke AS, Fadli Zon Bilang Vietnam Lebih Maju Melesat
Infinix Zero 5G 2023 Dengan Kapasitas Baterai 5.000 mAH dan Pengisian Cepat Wajib Punya Nih