Benarkah Brasil Tidak Bergantung Dengan Neymar di Piala Dunia 2022 ? Legenda Brasil Zico Beri Penjelasan

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Senin, 5 Desember 2022 | 20:15 WIB
Neymar. (IG @fifaworldcup)
Neymar. (IG @fifaworldcup)

PONTIANAKGLOBE.COM - Brasil tidak lagi hanya bergantung pada superstar gemilang mereka untuk melaju jauh di Piala Dunia FIFA Qatar 2022.

Konon, apa yang disebut ketergantungan Neymar mungkin masuk akal jika gelandang serang itu tidak ada di lapangan.

Bingung? Zico yang legendaris menjelaskan.

“Ketergantungan ini tidak lagi terlihat saat Neymar bermain, asalkan dia ada di lapangan. Itu berbeda ketika dia keluar,” kata Zico kepada FIFA+ di Doha.

“Ketika dia berada di lapangan, semua mata tertuju padanya, yang membuka ruang bagi orang lain, memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan," timpal Zico dilansir FIFA.

“Ketika dia tidak berada di lapangan, setiap pemain harus menemukan cara untuk memenangkan pertandingan. Orang-orang mengira itu hal yang sama, tetapi sebenarnya tidak," jelas Zico.

Zico yakin Selecão dapat memenangkan Qatar 2022 meskipun Neymar tidak ada dalam tim atau dalam performa terbaiknya.

Kabar baiknya adalah Neymar telah pulih dengan baik dari cedera pergelangan kaki yang dia alami pada pertandingan pembukaan melawan Serbia, dan akan memainkan pertandingan babak 16 besar melawan Republik Korea pada hari Senin.

“Brazil mampu menang, pasti, tapi akan bagus baginya untuk bermain,” terang Zico.

“Dia adalah ceri di atas kue. Dia dalam kondisi fisik yang sangat baik; lebih baik dari sebelum Piala Dunia.

“Anda lihat Cristiano Ronaldo dan Messi, yang merupakan pemain dengan pengaruh yang mirip dengan Neymar. Apakah mereka bermain buruk atau bermain bagus, mereka dapat menentukan pertandingan kapan saja, tetapi mereka juga dapat membuat lawan khawatir dan membuka ruang bagi orang lain. Inilah mengapa Neymar sangat penting untuk Selecao," ungkap Zico.

Memori Zico di Meksiko 1986

Di Piala Dunia terakhirnya, di Meksiko 1986, Zico mengalami pengalaman serupa dengan Neymar.

Dia berusia 33 tahun, tiga tahun lebih tua dari Neymar sekarang, dan berjuang melawan cedera lutut.

Tempatnya di tim menjadi debat nasional, dan tentu saja dia memakai nomor punggung 10. Kesamaannya, bagaimanapun, berhenti di situ.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: FIFA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X