PONTIANAKGLOBE.COM -- Juventus mendapat pengurangan 15 poin setelah terbukti bersalah dalam laporan keuangan palsu.
BACA JUGA: Super Apps BRImo Milik BRI Diamankan Finger Print, Saldo Lebih Aman saat Handphone Hilang
Para petinggi Juventus juga mendapat larangan beraktivitas dalam industri sepak bola dengan durasi berbeda-beda yakni: Andra Agnelli (2 tahun), Pavel Nedved (8 bulan), Fabio Paratici (2,5 tahun), Arrivabene (2 tahun), dan Cherubini (1,4 tahun).
Jaksa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Giuseppe Chiné meminta Pengadilan Banding untuk membuka kembali kasus plusvalenza setelah bukti baru hadir dari hasil investigasi Prisma/Kantor Kejaksaan Umum Turin.
Dia awalnya hanya meminta pengurangan 9 poin tetapi hukuman lebih berat yang diberikan.
Juventus mengatakan bahwa mereka telah memulai proses banding ke Collegio di Garanzia dello Sport milik CONI.
Hukuman saat ini membuat Si Nyonya Tua berada di peringkat 10 SerieA dengan 22 poin.
BACA JUGA: Cetak Insan BRILiaN Unggul, BRI Buka Kembali BRILiaN Future Leader Program
Tak hanya itu, Juventus sebelumnya juga sempat terjerat kasus pada tahun 2006 yang membuat mereka degradasi.
Disegani di Eropa dan dunia, setelah berlaga di Serie A selama 109 tahun, Juventus terlempar ke kasta kedua akibat skandal pengaturan skor.
Skandal tersebut dikenal juga dengan nama Calciopoli. Kasus tersebut tak hanya mencoreng nama baik Juventus, tetapi juga menjadi aib bagi sepak bola Italia.
Pada saat itu mereka dihukum penurunan point sebanyak 30, hingga turun kasta ke Serie B, dan Gelar juara 2004-2005 dan 2005-2006 dicabut. ***