sport

Mengenang Pele Legenda Brasil, Raja Sepakbola Telah Meninggal. The Only One! Pemain Peraih 3 Trofi Piala Dunia

Jumat, 30 Desember 2022 | 15:31 WIB
Legenda Sepakbola Brasil dan Dunia, Pele saat menjuarai Piala Dunia. (IG @timebrasil)

PONTIANAKGLOBE.COM - Dunia sepak bola telah kehilangan rajanya dengan kabar bahwa Pele yang hebat meninggal dunia di usia 82 tahun.

Edson Arantes do Nascimento, atau Pele begitu dia dikenal dan dicintai, meninggal dunia pada tanggal 29 Desember 2022 waktu Brasil dalam usia 82 tahun di Sao Paulo, setelah lama berjuang melawan kanker.

Dia dianggap oleh banyak orang sebagai pesepakbola terhebat sepanjang masa.

Setelah beberapa bulan menjalani pengobatan kanker yang melemahkan, Pele dirawat di Rumah Sakit Albert Einstein Israelta di Sao Paulo pada Rabu 30 November karena infeksi saluran pernapasan.

Pada bulan September 2021, ketika pemain Brasil itu menjalani pemeriksaan rutin yang sebelumnya ditunda karena pandemi COVID-19, praktisi mengidentifikasi adanya tumor di usus besar kanannya yang memerlukan pembedahan.

Sejak operasi, Pele keluar masuk rumah sakit, termasuk untuk kemoterapi.

Pemain Piala Dunia paling berprestasi dalam sejarah

Kematian mantan pemain bernomor punggung 10 Brasil itu terjadi tak lama setelah Piala Dunia FIFA, sebuah turnamen yang mendorongnya ke status legendaris dalam olahraga tersebut.

Berusia hanya 17 tahun, Pele masuk dalam skuat Brasil yang melakukan perjalanan ke Swiss pada tahun 1954, memainkan peran penting dalam kemenangan Piala Dunia pertama A Seleção.

Remaja itu mencetak enam gol pada edisi itu, termasuk dua gol dalam kemenangan 5-2 timnya atas Swedia di Final.

Meski baru berusia 21 tahun, Pele bisa dibilang berada di puncak tekniknya empat tahun kemudian di Chili 1962, di mana dia kembali mencetak gol Piala Dunia.

Sayangnya, cedera otot paha pada pertandingan grup kedua Brasil memaksanya untuk menonton sisa turnamen dari pinggir lapangan, karena tim Amerika Selatan itu mempertahankan gelar dunia mereka.

Pele kemudian mencetak gol Piala Dunia kedelapannya di Inggris 1966, sebuah turnamen yang berakhir sebelum waktunya untuk A Selecão menyusul kekalahan mereka dari Portugal dan mengakibatkan tersingkirnya babak penyisihan grup.

Banyak pengkritiknya, termasuk di kampung halamannya, mengira karirnya telah berakhir, tetapi dia akan mendapatkan penebusannya pada penampilan Piala Dunia terakhirnya empat tahun kemudian.

Legenda Santos memimpin tim bersejarah Auriverde di Meksiko 1970, tim yang oleh banyak ahli dianggap sebagai XI Brasil terhebat sepanjang masa.

Halaman:

Tags

Terkini