sport

Pengamat Sepakbola M. Kusnaeni Nilai FIFA Tidak Nyaman Indonesia Tolak Israel Dengan Kirim Kode Keras

Senin, 27 Maret 2023 | 21:52 WIB
Pengamat sepakbola M. Kusnaeni komentar ketidaknyamanan FIFA terhadap Indonesia (Sumber foto: Instagram @mohamadkusnaeni)

PONTIANAKGLOBE -- FIFA dinilai oleh pengamat sepakbola M. Kusnaeni tidak nyaman dengan tingkah laku Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U 20 2023.

Ketidaknyamanan itu, menurutnya, berdampak terhadap pemberian sanksi pembatalan pengundian grup atau drawing Piala Dunia U 20 2023 yang semestinya berlangsung pada 31 Maret di Denpasar, Bali.

"Ini membuat mereka kirim sinyal, kode keras agenda bisa saja ubah tanggal, waktu, atau ubah tempatnya, belum tentu dibatalkan," kata M. Kusnaeni dilansir dari wawancara siaran bersama Metro TV dikutip Pontianak Globe, Senin (27 Maret 2023).

Menurutnya, ada dua pemicu alasan FIFA membatalkan pelaksanaan drawing tersebut yakni adanya sentimen terhadap negara peserta tertentu (Israel).

FIFA menilai, kata Kusnaeni, semua negara yang berhasil lolos kualifikasi itu harus diterima sebagai peserta.

Kusnaeni mengatakan keinginan sejumlah kelompok masyarakat Indonesia menolak kehadiran peserta tertentu itu menciptakan ketidaknyamanan stabilitas yang dibangun FIFA dengan susah payah.

Pemicu kedua adalah FIFA tidak nyaman dengan kesiapan Indonesia terutama stadion. FIFA masih menemukan Indonesia tidak mempersiapkan stadion dengan matang sehingga mengganggu ketidaknyamanan FIFA.

Semestinya, lanjut Kusnaeni, kedua hal tersebut sudah dikelola oleh pemerintah Indonesia untuk melakukan sosialisasi edukasi publik terkait penyelenggaraan piala dunia.

"Event ini bisa jadi diikuti oleh negara yang tidak menjalin diplomatik dengan Indonesia tetapi dia [Israel] anggota FIFA karena itu dia berhak hadir. Kita kurang edukasi, dan baru ribut diujung piala dunia kurang 2 bulan," ujar Kusnaeni.

Tags

Terkini