PSSI berencana menerapkan sistem lisensi klub mulai tahun depan, di mana pelanggaran kontrak dapat berujung pada pengurangan poin.
Baca Juga: Tragedi Bus Pariwisata di Kota Batu: 4 Orang Tewas, Ini Fakta Lengkapnya
Erick menyebutkan bahwa pengacara PSSI dan Shin Tae Yong akan segera berdiskusi untuk menyepakati besaran kompensasi.
"Kami ingin menyelesaikan masalah ini secara damai," ujarnya.
PSSI berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran kepada Shin Tae Yong sesuai aturan, demi menjaga citra federasi.
PSSI diharuskan membayar Rp88 miliar sebagai kompensasi atas pemutusan kontrak Shin Tae Yong.
Angka ini mencakup sisa kontrak dua tahun yang tersisa sejak perpanjangan pada April 2024.
Shin Tae Yong, yang bergabung pada 2020 dengan gaji awal Rp1,15 miliar per bulan, berhasil membawa Timnas Indonesia tampil di berbagai ajang bergengsi.
Kinerja tersebut membuat kontraknya diperpanjang hingga 2027 dengan kenaikan gaji menjadi Rp2 miliar per bulan.
Namun, keputusan pemecatan tetap diambil, meninggalkan PSSI dengan beban finansial besar untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. ***