sport

Erick Thohir Ambil Risiko Besar, Shin Tae-yong Diganti Demi Piala Dunia 2026

Rabu, 8 Januari 2025 | 14:52 WIB
Pengamat sepak bola Indonesia, Justinus Lhaksana atau Coach Justin.

Meski begitu, Coach Justin mengakui bahwa pengalaman kepelatihan Kluivert belum sekelas STY.

Namun, ia menilai minim pengalaman bukan berarti tidak bisa sukses.

Baca Juga: Biaya Haji 2025 Turun! Ini Rinciannya Dibanding Tahun Sebelumnya

Pelatih Minim Jam Terbang Tetap Bisa Berprestasi

Coach Justin memberikan sejumlah contoh pelatih sukses yang memulai karier dengan pengalaman terbatas.

Pep Guardiola, misalnya, berhasil memenangkan enam trofi bersama Barcelona meski awalnya hanya menangani tim B.

Selain itu, ada Jose Mourinho yang memulai sebagai penerjemah di Porto namun mampu membawa Inter Milan meraih gelar juara.

Xabi Alonso di Bundesliga dan De la Fuente bersama Timnas Spanyol juga menjadi bukti bahwa pelatih pemula tetap dapat berprestasi.

"Minim pengalaman bukan berarti tidak bisa sukses. Yang penting adalah bagaimana pelatih tersebut mampu mengelola tim," tegas Coach Justin.

Baca Juga: 10 Perkara Korupsi Terungkap, Kejaksaan Bengkayang Sumbangkan Rp748 Juta ke Kas Negara

STY dan Masalah Penguasaan Ruang Ganti

Namun, Coach Justin juga menyoroti kelemahan STY selama memimpin Timnas Indonesia, terutama dalam mengelola ruang ganti.

"STY mengalami kesulitan mengatasi dinamika internal, terutama dengan pemain diaspora dari Belanda," ujarnya.

Ia membandingkan kasus STY dengan sejumlah pelatih lain, seperti Erik Ten Hag dan Graham Potter, yang juga mengalami masalah serupa di klub mereka.

Coach Justin menekankan pentingnya pelatih baru seperti Patrick Kluivert untuk mampu menguasai ruang ganti demi menciptakan harmoni tim.

Halaman:

Tags

Terkini