Ia memulai karier sepakbolanya di akademi Real Madrid pada tahun 2007, dan dipromosikan ke tim utama pada musim 2013-2014.
Baca Juga: Google Doodle Rayakan Kapal Pinisi, Warisan Budaya Dunia
Jese dikenal sebagai pemain dengan kecepatan dan teknik yang mumpuni.
Ia juga memiliki kemampuan menggiring bola yang baik, serta kemampuan mencetak gol yang cukup apik.
Berkat kemampuannya tersebut, Jese sempat digadang-gadang sebagai salah satu pemain muda terbaik di dunia.
Pada musim 2013-2014, Jese berhasil meraih gelar juara La Liga dan Piala Super Spanyol bersama Real Madrid.
Ia juga mencetak 12 gol di semua ajang, termasuk dua gol di Liga Champions.
Namun, karier Jese mulai mengalami penurunan setelah mengalami cedera lutut yang cukup parah pada tahun 2014. Cedera tersebut membuat Jese harus absen selama lebih dari satu tahun.
Setelah pulih dari cedera, Jese sempat dipinjamkan ke beberapa klub, termasuk Benfica, Stoke City, dan Las Palmas.
Baca Juga: 7 Fakta Kasus Yesa, Bocah Sandai Ketapang yang Dianiaya Orang Tua hingga Meninggal
Namun, ia gagal menunjukkan performa terbaiknya selama dipinjamkan.
Pada tahun 2019, Jese bergabung dengan Paris Saint-Germain dengan status bebas transfer.
Namun, ia hanya bermain selama satu musim di klub tersebut.
Jese kemudian menjalani kariernya di klub-klub medioker, seperti Real Betis, Sporting CP, dan Ankaragücü. Pada musim 2023-2024, ia saat ini bermain untuk Coritiba FC di Brasil.