PONTIANAKGLOBE.COM, MADRID -- Andrea Pirlo tidak diragukan lagi adalah salah satu gelandang tengah terbaik di generasinya, Italia.
Dia menghabiskan hampir seluruh karir bermainnya di negara asalnya Italia, selain dari dua tahun di New York City FC.
Namun, segalanya bisa saja berbeda.
Seperti yang diungkapkannya dalam wawancara baru-baru ini dengan Radio Serie A (seperti yang diliput oleh Football Italia), Pirlo nyaris menandatangani kontrak dengan Real Madrid segera setelah dia membantu Italia memenangkan Piala Dunia 2006.
“Piala Dunia baru saja berakhir dan terjadi kekacauan di Calciopoli. Ada peluang AC Milan bisa bermain di Serie B dan Fabio Capello pun pindah ke Real Madrid. Saya telah berbicara dengannya dan para direktur dan kami mencapai kesepakatan,” kata Andrea Pirlo.
“Ketika saya tiba untuk pramusim AC Milan, mereka memberi tahu kami bahwa kami akan bermain di Serie A dengan pengurangan poin. Saya tidak yakin karena saya telah memutuskan untuk pergi ke sana [Real Madrid], tetapi ketika kembali ke Milanello saya bertemu Adriano Galliani dan agen saya dan kami sepakat untuk melanjutkan petualangan,” ujar Andrea Pirlo.
Andrea Pirlo menambahkan, “Galliani meletakkan kontraknya di atas meja dan menyuruh kami untuk memasukkan angka-angkanya di sana, setelah beberapa hari, kami menandatanganinya.”
Bukan hanya Real Madrid Andrea Pirlo bisa saja bergabung dengan Barcelona.
Beberapa tahun kemudian, Pep Guardiola pun menginginkannya bermain di Barcelona.
“Ada peluang bagi Milan untuk mengontrak Ibra dan dia [Guardiola] bertanya kepadanya apakah saya bersedia bergabung dengannya di Barcelona. Kami berbicara sebentar di kantornya, tapi kemudian Ibra tiba dan saya tetap di Milan juga,” ungkap Pirlo.
“Guardiola mengatakan kepada saya bahwa dia ingin saya berada di sana. Dia mengenal saya karena dia pernah bermain di Brescia meskipun kami tidak bermain bersama. Saya sangat bangga bisa duduk di kantornya dan dipanggil olehnya meskipun pada akhirnya tidak terjadi apa-apa,” ujar Pirlo mengenang saat itu.
Ditaambahkan, Barcelona sudah memiliki Xavi Hernandez, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta pada saat itu. Jadi Pirlo menambahkan bahwa itu akan menjadi kode curang. Klub-klub La Liga bisa dibilang beruntung karena kesepakatan itu tidak membuahkan hasil. ***