PONTIANAKGLOBE.COM, MADRID -- Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti meminta para pesepakbola untuk berserikat melawan penyelenggara kompetisi FIFA, UEFA dan dalam kasus Spanyol, La Liga.
Baca Juga: Real Madrid Pilih Xabi Alonso Pelatih Bayer Leverkusen Gantikan Carlo Ancelotti di Bernabeu
Hal ini menyikapi perdebatan mengenai kepadatan jadwal pertandingan semakin memanas.
Meningkatnya jumlah cedera yang dialami klub-klub papan atas dan para pemain papan atas dalam beberapa tahun terakhir, khususnya musim ini, telah menimbulkan banyak rasa frustrasi yang muncul di masyarakat, khususnya dari Real Madrid.
Thibaut Courtois adalah seorang kritikus yang vokal, dan pada hari Selasa Dani Carvajal mengatakan dia bersedia menerima pemotongan gaji agar bisa bermain lebih sedikit.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Mengaku Khawatir di Sektor Pertahanan Real Madrid
Carlo Ancelotti sendiri telah blak-blakan mengenai masalah ini dalam beberapa bulan terakhir.
Apalagi saat ini Real Madrid kehilangan delapan pemain untuk pertandingan mereka melawan Napoli pada hari Rabu.
“Kalender ini tidak berkelanjutan. Kami tidak memilihnya, UEFA, FIFA dan Liga yang melakukannya. Mereka harus menyadari apa yang sedang terjadi. Di masa depan, keadaan tidak akan menjadi lebih baik, namun akan menjadi lebih buruk karena kami akan menjalani Piala Dunia dan Liga Champions dengan lebih banyak pertandingan.”
Dia berpandangan bahwa para pesepakbola perlu menyuarakan persatuan melawan tekanan yang terus-menerus terhadap para pemain.
“Persatuan pesepakbola yang kuat bisa menjadi kunci untuk mengubahnya. Bagian terpenting dalam sepak bola adalah para pemainnya dan ketika yang paling penting hilang, maka bagian penting dari pertunjukan pun hilang,” ujarnya kepada DSport, via Diario AS.
Baca Juga: Real Madrid Sangat Tertarik Mengontrak Bek Prancis Berusia 18 Tahun Senilai Rp848 Miliar
Maksud Ancelotti bukan hanya memikirkan kepentingannya sendiri, kepentingan Real Madrid atau para pemainnya, namun juga para pendukungnya.