Jeje Ungkap Alasan Tinggalkan Indonesia Setelah STY Dipecat PSSI

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 20 Januari 2025 | 09:41 WIB
Penerjemah eks pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan), Jeong Seok-seo alias Jeje (kiri).  (Instagram @jeongseokseo)
Penerjemah eks pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan), Jeong Seok-seo alias Jeje (kiri). (Instagram @jeongseokseo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Jeong Seok-seo, atau Jeje, mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, mengungkapkan alasannya meninggalkan Indonesia dan pindah ke Malaysia.

Kepindahan ini terjadi setelah PSSI memutuskan kerja sama dengan STY secara mendadak, berdampak pada karier Jeje dan visa tinggalnya yang habis.

Baca Juga: Warga Altadena Gugat SoCal Edison, Diduga Penyebab Kebakaran Hebat di Los Angeles

Jeong Seok-seo, yang akrab disapa Jeje, baru-baru ini mengungkapkan kepindahannya ke Malaysia setelah tak lagi menjadi penerjemah Shin Tae-yong (STY), mantan pelatih Timnas Indonesia.

Dalam unggahan Instagram pribadinya, Jeje membagikan video dirinya berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ia mengaku harus meninggalkan Indonesia karena masa berlaku visa atau dokumen tinggal sementaranya telah habis sejak Senin, 6 Januari 2025, usai pemutusan kerja sama antara PSSI dan STY.

Baca Juga: Polemik Aturan Poligami ASN di Jakarta, Mendagri Tito Karnavian Berencana Cek Pergub Pj Gubernur

"Visa habis karena diberhentikan secara mendadak tanpa persiapan, jadi ke sini dulu," tulis Jeje melalui akun Instagram-nya, @jeongseokseo, pada Sabtu, 18 Januari 2025.

Keputusan Mendadak PSSI Berimbas pada Jeje

Jeje juga mengungkapkan bahwa pemutusan kerja sama PSSI dengan STY sangat mendadak, sehingga berdampak pada kariernya sebagai penerjemah.

Dalam wawancara bersama Valentino Simanjuntak (Bung Valen) di kanal YouTube Jebreeet TV, Jeje mengaku keputusan itu tidak disangka.

"Pokoknya sehari sebelum pengumuman itu, kita benar-benar enggak tahu kalau itu (pemecatan STY) akan terjadi," ungkap Jeje pada Jumat, 17 Januari 2025.

Jeje menambahkan, dirinya merasa sedih melihat berbagai komentar negatif di media sosial yang mengaitkan pemecatan STY dengan kendala komunikasi, karena STY menggunakan bahasa Korea selama melatih Timnas Indonesia.

Dalam wawancara yang sama, Jeje meminta para penggemar Timnas Indonesia untuk berhenti berdebat tentang STY dan mendukung pelatih baru, Patrick Kluivert.

"Menurut saya lebih baik hentikan semua perdebatan tentang STY, silakan move on, dukung Timnas Indonesia bersama pelatih baru," tegas Jeje.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X