PONTIANAKGLOBE.COM, BANDA ACEH -- Persiraja Banda Aceh telah dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp10 juta sebagai akibat dari pengibaran bendera Palestina oleh seorang penonton ke lapangan setelah pertandingan melawan Semen Padang FC pada tanggal 21 Oktober.
Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, menyatakan, "Kami memberlakukan denda karena ada pelanggaran masuk ke lapangan terkait pengibaran bendera Palestina oleh penonton."
Kejadian tersebut terjadi setelah pertandingan lanjutan Liga 2 Indonesia antara Persiraja Banda Aceh dan Semen Padang di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Baca Juga: Contoh Kata Sambutan Peringatan Hari Pahlawan Oleh Ketua OSIS SMA agar Guru dan Teman-teman Terpukau
Setelah peluit panjang wasit berbunyi, seorang penonton turun ke lapangan tiba-tiba dan mengibarkan bendera Palestina.
Saat itu pemain dari kedua tim dan staf pertandingan masih berada di lapangan.
Dalam menghadapi insiden tersebut, Komite PSSI mengadakan sidang disiplin pada tanggal 26 Oktober dan menetapkan sanksi berupa denda sebesar Rp10 juta untuk tim Persiraja Banda Aceh dengan jenis pelanggaran penonton memasuki area lapangan tanpa izin dan menampilkan slogan terkait isu politis tertentu.
Baca Juga: 10 Ide Kreatif Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023 di Lingkungan RT yang Bisa Kamu Buat
Selain denda tersebut, hasil sidang Komite Disiplin PSSI juga memberikan sanksi lain untuk Persiraja Banda Aceh, termasuk pelanggaran seperti pelemparan botol minuman ke arah bangku tim lawan dari tribun barat, yang juga dikenai denda Rp10 juta.
Baca Juga: Cara Membuat Kopi Susu Gula Aren Dingin yang Segar saat Cuaca Panas
Selanjutnya, pemain Persiraja David Laly yang mendapatkan kartu merah dari wasit karena melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain lawan juga dikenakan denda sebesar Rp5 juta dan dilarang bermain dalam dua pertandingan selanjutnya (total empat pertandingan tanpa boleh bermain).
Baca Juga: 5 Julukan AS Roma yang Kamu Harus Tahu, I Giallorossi hingga La Magica, Ternyata Begini Maknanya
Rahmat Djailani memanfaatkan kesempatan ini untuk mengimbau kepada para pendukung Persiraja Banda Aceh agar tidak masuk ke lapangan terlebih dahulu untuk ekspresi politis saat pertandingan belum berakhir atau tim lawan masih berada di lapangan.
Ia menyarankan agar pastikan pemain lawan dan staf pertandingan keluar terlebih dahulu sebelum menyatakan dukungan politis. ***
Artikel Selanjutnya
Tim U-17 Indonesia Tiba di Jerman, Berlatih Bersama Borussia Dortmund, Ini Kata Ketum PSSI Erick Thohir
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: Antara
Artikel Terkait
Tim U-17 Indonesia Tiba di Jerman, Berlatih Bersama Borussia Dortmund, Ini Kata Ketum PSSI Erick Thohir
PSSI Gandeng Kapolri Sukseskan Piala Dunia U17 di Indonesia, ini Jadwal Opening Ceremony FIFA U17 2023 di GBT
Jelang Pembukaan Piala Dunia FIFA U-17, Ketum PSSI Erick Tohir Melaporkan Dua Hal Ini kepada Presiden Jokowi
Ketum PSSI Tunjuk Najwa Shihab Sebagai Anggota Satgas Anti Mafia Bola, Diketuai Oleh Maruarar Sirait
Presiden Jokowi Groundbreaking Pusat Pelatihan Nasional PSSI di IKN
Ketum PSSI Optimis Targetkan Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Piala Dunia U17 2023
Persis Solo Patuhi Perintah Ketum PSSI, Akhirnya Lepas Sananta ke Timnas Asian Games 2023
Zulhas: PAN Berketetapan Hati Tetap Usulkan Ketum PSSI Erick Thohir Sebagai Cawapres Prabowo Subianto
Lirik Lagu Resmi Timnas Indonesia Dibuat PSSI Dibawakan Wika Salim Berjudul “ Bersama Garuda We Are Together”
Timnas Indonesia Akan Diperkuat Pemain yang Merumput di Liga Inggris: PSSI Tak Mau Sia-siakan Bakatnya