PONTIANAKGLOBE.COM, MALANG - Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang saat Arema FC bertemu Persebaya Surabaya membuat bangsa Indonesia Berduka.
Apalagi korban jiwa dalam peristiwa tersebut cukup banyak dan terus bertambah.
Sebelumnya disebutkan ada 127 orang meninggal dunia. Namun informasi yang diperoleh Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menyebutkan hingga Minggu pagi, 2 Oktober 2022, terdapat 153 orang meninggal dunia.
Ucapan duka pun mengalir dari sejumlah pihak. Tak terkecuali manajemen Arema FC menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam musibah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada pekan ke-11 Liga 1 2022 pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
BACA JUGA: Denise Chariesta Ungkap Sosok R Tak Hanya Sekali Punya Kekasih Gelap, tapi Sudah Sering
BACA JUGA: Heboh…Denise Chariesta Selingkuhan Suami Seorang Artis. Gue Orang Ketiga, Bukan Pelakor
"Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka," ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris dalam rilis media yang diunggah di website klub Arema FC.
Sebagai tindak lanjut, Manajemen Arema FC juga akan membentuk Crisis Center atau Posko Informasi korban untuk menerima laporan dan penanganan korban yang dirawat di rumah sakit.
"Manajemen juga akan membentuk crisis center atau posko informasi yang menghimpun dan menerima laporan untuk penanganan korban yang dirawat di rumah sakit," tambah Abdul Haris.
Manajemen Arema FC menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban. "Kepada keluarga korban manajemen arema fc memohon maaf sebesar besarnya serta siap memberikan santunan. Manajemen siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca musibah agar banyak yang diselamatkan," pungkas Abdul Haris. ****