Selain itu, pengirim juga meminta Lisa untuk tidak lagi membeberkan hal-hal sensitif di media sosial dan meminta agar Lisa mengatakan ke publik bahwa kabar tersebut hanya halusinasi dan tidak benar.
"Kalau kamu mau kerja sama untuk bersihkan nama Bapak, kita jangan umbar hal-hal sensitif lagi. Tolong bilang ke sosmed dan media kalau itu hanya halusinasi saja dan tidak benar," lanjut pesan tersebut.
Jika Lisa mengikuti arahan tersebut, pihak pengirim berjanji akan memberikan tambahan uang sebesar Rp2 miliar.
"Setelah berita itu, bisa kita pastikan saya serahkan uang Rp2 miliar lagi ke Lisa," pungkas pengirim dalam pesan itu.
Lisa Bantah Melakukan Pemerasan
Menanggapi tawaran itu, Lisa dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan pemerasan dan hanya meminta hak anaknya.
"Saya tidak mau sebut nominal karena saya tidak berbohong!" tegas Lisa.
Dalam pesan lainnya, Lisa menulis bahwa ia tidak memeras Ridwan Kamil, melainkan hanya meminta hak anaknya yang selama ini belum terpenuhi.
"Kak, tolong saya tidak memeras, saya hanya meminta hak anak saya," pungkas Lisa dalam tanggapannya.
Sebelumnya, Lisa juga mengaku tidak ingin viral dan hanya memperjuangkan hak anaknya yang diklaim sebagai anak dari Ridwan Kamil.
"Nggak mau viral, maunya hak anakku," tulis Lisa dalam Instagram Story pada Kamis, 27 Maret 2025.
Lisa juga mengungkapkan bahwa selama hampir 4 tahun ia menahan diri untuk tidak membeberkan masalah ini ke publik, lantaran masih menerima uang bulanan sebagai nafkah anaknya. Namun, sejak kasus ini mencuat, bantuan keuangan tersebut terhenti, dan komunikasi dengan pihak Ridwan Kamil semakin sulit.
"Hampir 4 tahun lho aku nahan ini semua, nggak sembarangan up-up karena dia masih menafkahi kala itu (kasih uang bulanan). Nah sekarang hilang karena kasus, ajudan aja yang respon WhatsApp pun slow respon banget," ujarnya.