seleb

Dokter Richard Lee Berhenti Review Skincare Abal-abal, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Jumat, 7 Maret 2025 | 13:12 WIB
Dokter Richard Lee bantah ada tekanan saat mengungkapkan berhenti mereview skincare. (Instagram @dr.richard_lee)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dokter Richard Lee dikenal sejak awal kemunculannya karena aktif mengulas produk skincare abal-abal yang beredar di masyarakat.

Namun kini, ia memutuskan untuk berhenti melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran Hibisc Fantasy dan Soroti Perizinan Wisata di Puncak Bogor

Saat ditemui wartawan di kawasan Kuningan pada Kamis, 6 Maret 2025, Richard menegaskan bahwa keputusannya itu bukan karena tekanan dari pihak mana pun.

"Aku nggak dapat tekanan. Aku cuma merasa seperti... ngerti nggak sih, kalau suatu hari kalian punya ide yang bagus, bisa mengedukasi dan bermanfaat untuk masyarakat, tapi kemudian dikembangkan dengan cara yang salah?" ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa konsep review skincare yang awalnya ia gagas justru disalahgunakan oleh pihak lain.

Alih-alih menjadi sarana edukasi, metode ini berkembang ke arah yang negatif dan bahkan berpotensi membahayakan orang lain.

Baca Juga: Waspada Penipuan! Begini Cara Blokir Nomor WhatsApp Tak Dikenal

“Dikembangkan malah menjadi bahaya, itu yang buat aku menyesal,” tambahnya.

Richard mencontohkan bahwa ketika ia mengedukasi masyarakat soal bahaya skincare abal-abal, justru muncul pelaku usaha yang juga melakukan review dengan cara yang menyesatkan.

“Saya review skincare abal-abal untuk mengedukasi, tetapi kemudian ada juga yang menjual produk ilegal ikut-ikutan membuat review, padahal produknya sendiri belum teruji,” jelasnya.

Bahkan, ia mengaku pernah diserang karena dianggap menggiring opini dalam ulasan yang ia berikan.

Baca Juga: WhatsApp Rilis Fitur Transkrip Voice Note, Begini Cara Menggunakannya!

“Ada beberapa selebgram yang menjual skincare abal-abal, bukan dokter, tetapi ikut-ikutan review seolah-olah produknya aman. Padahal dulu mereka sendiri yang jualan,” kata Richard.

Menurutnya, kondisi ini semakin absurd karena orang yang sebelumnya memasarkan produk tanpa izin kini justru mendapat pujian.

Halaman:

Tags

Terkini