2. Pengalaman Perundungan dan Kekerasan di Masa Sekolah
Zhao Lusi juga menceritakan pengalaman masa lalunya saat menjadi korban kekerasan fisik di sekolah.
Ia mengaku pernah dipukuli oleh seorang guru di asrama sekolahnya selama bimbingan belajar sepulang sekolah.
"Saya dulu berpikir dihukum karena nilai buruk adalah hal yang wajar. Saya tidak pernah berani bicara karena merasa semua kesalahan ada pada diri saya sendiri," ungkap Zhao.
Peristiwa tersebut membuatnya memendam semua rasa sakit sendirian dan tidak melaporkannya kepada siapa pun.
3. Kebiasaan Memendam Perasaan Membawa Penyesalan
Zhao juga mengaku bahwa hingga dewasa, ia tetap memiliki kebiasaan memendam perasaan saat menghadapi kekerasan.
"Ketika saya gagal dalam audisi, saya dipukul lagi. Tapi saya tidak berani membuat keributan," ujarnya.
Alih-alih mencari bantuan atau melawan, Zhao lebih memilih melarikan diri dari situasi tersebut.
"Saya terbiasa menyelesaikan semuanya sendiri. Saya tidak pernah mengembangkan kebiasaan mencari bantuan dari siapa pun," tambahnya.
Kisah Zhao Lusi ini menjadi pengingat penting akan perlunya perhatian pada kesehatan mental dan keberanian untuk mencari bantuan saat menghadapi kekerasan atau tekanan hidup. ***