Terungkap! Mpok Alpa Sembunyikan Rambut Rontok & Kuku Membiru dengan Wig dan Kuteks, Dilepas Menjelang Wafat

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 18 Agustus 2025 | 13:49 WIB
Mendiang Nina Carolina alias Mpok Alpa semasa hidup. (Instagram @nina_mpokalpa)
Mendiang Nina Carolina alias Mpok Alpa semasa hidup. (Instagram @nina_mpokalpa)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Komedian Mpok Alpa (Nina Carolina) meninggal dunia pada Jumat, 15 Agustus 2025 usai berjuang melawan kanker.

Meski tengah menjalani pengobatan, Mpok Alpa selalu berusaha tampil segar di hadapan publik.

Baca Juga: Luhut Sindir Halus Megawati Tak Hadir di Istana, Singgung Kekompakan 3 Presiden

Dampak kemoterapi membuat rambut dan bulunya rontok, serta kukunya membiru.

Namun, ia menutupi kondisi itu dengan wig, bulu mata palsu, dan kuteks agar tetap terlihat cantik.

Pedangdut Iis Dahlia, yang mendampingi mendiang di RS Dharmais, Jakarta Barat, menceritakan bagaimana ia melepas wig, bulu mata, dan kuteks Mpok Alpa pada malam sebelum kepergiannya.

“Jadi waktu malam Jumat itu aku bersihkan semua. Jadi saat beliau berpulang, wajahnya tampak bersih,” ungkap Iis, Senin, 18 Agustus 2025.

Menurut Iis, kondisi kesehatan Mpok Alpa memang terus menurun.

Baca Juga: Sedih! Pendaki Asal Bone Tewas di Bawakaraeng Usai Kibarkan Semangat Merah Putih

Ia sempat mengalami sesak napas hingga harus masuk ICU. Sebelumnya, Mpok Alpa bahkan berobat ke Malaysia.

Namun, di awal perjalanan, ia salah memilih rumah sakit hingga harus antre panjang.

Baru setelah mendapat arahan Iis Dahlia, ia bisa berobat ke rumah sakit dan dokter spesialis yang tepat.

Beberapa minggu sebelum meninggal, kondisi Mpok Alpa sempat membaik sehingga bisa pulang ke rumah.

Baca Juga: Salut! Paskibraka Papua Tetap Kibarkan Merah Putih Meski Nyaris Pingsan

Namun, ia kemudian kembali drop hingga akhirnya dilarikan ke RS Dharmais.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X