PONTANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Penyanyi legendaris Ahmad Dhani akhirnya mengonfirmasi rencana pernikahan putra sulungnya, Al Ghazali, dengan Alyssa Daguise.
Dalam keterangannya, Dhani mengungkapkan bahwa pernikahan pasangan muda ini akan digelar pada pertengahan tahun 2025.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Bahan Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah Harus dari Desa, Bukan Impor
“Al menikah Juni 2025,” ujar Ahmad Dhani saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Ahmad Dhani menyatakan bahwa pernikahan Al dan Alyssa akan diselenggarakan dalam dua sesi.
Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi jumlah tamu yang sangat banyak.
“Ada dua acara,” jelas pendiri grup Dewa 19 tersebut.
“Yang satu untuk 300 orang, yang satunya lagi untuk tamu lebih banyak dan disiarkan di RCTI,” tambahnya.
Rencana awalnya, Al Ghazali hanya ingin mengundang 300 tamu.
Namun, Dhani menegaskan bahwa jumlah tersebut tidak cukup mengingat relasinya yang luas.
“Saya bilang, mana mungkin 300 orang? Anggota DPR saja ada 500, belum menteri-menteri, belum teman-teman artis,” katanya.
Baca Juga: BRI UMKM EXPORT 2025, Peluang UMKM Indonesia untuk Go Global di Tahun 2025
Pernikahan Berkonsep Adat Jawa
Mengenai konsep pernikahan, Ahmad Dhani mengungkapkan bahwa Al dan Alyssa memilih adat Jawa.
“Kalau konsep, pakai adat Jawa,” ujar Dhani singkat.
Artikel Terkait
4 Pelajaran Hidup Raditya Dika saat Capai Usia 40 Tahun, Cara Bijak Menghindari Gosip hingga Keputusan Besar
Dede Sunandar dari Komedian Terkenal ke Pramusaji Restoran, Cerita Pahit Setelah Gagal di Pileg 2024
Ini Dia Shabrina Leonor, Finalis Indonesian Idol XIII Asal Belitung Timur yang Juara Bernyanyi di Finlandia
Aurelie Moeremans Resmi Menikah dengan Dokter Kretek Tyler Bigenho, Simak Cerita di Balik Hubungan Mereka dan Begini Profilnya
Bagaimana Nasib Uang WNA Penonton DWP yang Diperas Polisi? Begini Kronologi, Mutasi, dan Proses Pengembalian Rp2,5 Miliar
Fans Jangan Sedih, Mahalini Umumkan Vakum dari Panggung Hiburan. Simak Perjalanan Karir dari Indonesian Idol hingga Album Fabula yang Mencetak Sejarah