pontianak-insights

Dari Kalbar ke Garda Siber TNI AL, Kiprah Brigjen TNI (Mar) Yustinus Rudiman Mengawal Pertahanan Digital Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:34 WIB
Brigjen TNI (Mar) Yustinus Rudiman SH M.Tr.Hanla M.Tr.(Han) resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal TNI AL setelah mengikuti Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut yang dipimpin Kasal Laksamana TNI Dr Muhammad Ali di Wisma Elang Laut, Jakarta Pusat, Jumat (10/07/2026). (Dok. Pontianak Globe)

Dipercaya Mengawal Pertahanan Siber

Kenaikan pangkat Brigjen menjadi babak baru dalam pengabdian Yustinus Rudiman.

Saat ini ia menjabat Sahli Kasal Tingkat III Bidang Teknik Pernika dan Siber, posisi yang memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi pertahanan TNI Angkatan Laut.

Baca Juga: Jejak Singkat Nanik S Deyang: Baru 1,5 Bulan Menjabat, Kini Mundur dari Kursi Kepala BGN

Di era ketika ancaman tidak lagi hanya datang melalui kekuatan senjata konvensional, tetapi juga melalui serangan digital, perang elektronik (electronic warfare), dan sabotase siber, jabatan tersebut menjadi salah satu posisi yang sangat strategis.

Pengalaman operasi, kemampuan intelijen, serta wawasan pertahanan internasional yang dimilikinya menjadi modal penting untuk memperkuat sistem keamanan digital TNI AL.

Dalam acara kenaikan pangkat tersebut, Kasal Laksamana TNI Dr Muhammad Ali menegaskan bahwa pangkat baru merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi para perwira, sekaligus amanah yang harus diwujudkan melalui peningkatan kinerja dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan strategis yang terus berubah. 

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, sosok Brigjen TNI (Mar) Yustinus Rudiman menjadi bukti bahwa putra daerah mampu menembus posisi strategis di tingkat nasional melalui kompetensi, integritas, dan pengabdian yang panjang.

Dari sebuah kota di pesisir utara Kalimantan Barat, langkah pengabdiannya kini menjangkau ruang yang jauh lebih luas.

Bukan lagi hanya menjaga wilayah perbatasan atau memimpin operasi di lapangan, tetapi ikut membentengi kedaulatan digital Indonesia di tengah persaingan geopolitik yang semakin kompleks. ***

Halaman:

Tags

Terkini