PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Aki mobil sering dianggap sepele, padahal komponen ini punya peran penting dalam menjaga kinerja kendaraan.
Saat aki melemah atau tekor, mesin sulit dinyalakan, sistem kelistrikan terganggu, bahkan perjalanan bisa terhambat di tengah jalan.
Baca Juga: Bukan Cuma Indonesia, 6 Negara Ini Ternyata Juga Merdeka di Bulan Agustus
Banyak orang mengira aki tekor semata-mata karena faktor usia.
Faktanya, ada sejumlah penyebab lain yang membuat aki cepat kehilangan daya. Mulai dari kebiasaan jarang menyalakan mobil hingga korsleting kabel, berikut ulasannya:
1. Umur Aki yang Terbatas
Secara umum, aki mobil hanya bertahan 2–3 tahun, tergantung pola pemakaian.
Setelah melewati masa pakai, kemampuan menyimpan energi akan menurun drastis sehingga rawan tekor.
2. Mobil Jarang Dipanaskan
Mobil yang terlalu lama tidak digunakan membuat aki tidak mendapat pengisian penuh.
Akibatnya, saat mobil kembali dinyalakan, aki sudah kehilangan banyak daya dan sulit dipulihkan.
Baca Juga: 7 Tahun di Sukamiskin, Setya Novanto Keluar Penjara Jelang HUT RI ke-80
3. Alternator Bermasalah
Alternator berfungsi mengisi daya aki saat mesin menyala.
Jika alternator atau regulator rusak, suplai listrik tidak memadai, membuat aki cepat habis meski baru diganti.