mobil

Bahaya Mengancam! Ini 5 Masalah Mobil Matik Jika Jarang Ganti Oli Transmisi

Jumat, 15 Maret 2024 | 20:30 WIB
Transmisi matic. (Tangkapan layar/toyota.astra)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Pengemudi mobil matik yang jarang mengganti oli transmisi harus memperhatikan masalah yang mungkin timbul.

Beberapa pengemudi telah mengeluhkan bahwa transmisi matik mereka menjadi kasar dan terdapat gejala jedug-jedug.

Baca Juga: Presiden Palestina Memberikan Ucapan Selamat kepada Prabowo atas Kemenangan dalam Pilpres 2024

Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satu penyebab umumnya adalah kondisi oli transmisi yang sudah lama tidak diganti.

Oli transmisi merupakan komponen penting yang menjadi nyawa dari transmisi matik.

Komponen hidrolik kontrol dalam transmisi matik mengandalkan tekanan dari oli untuk berfungsi.

Jika oli tidak diganti secara teratur, endapan dan residu bisa terbentuk di dalam sistem, mengganggu kinerja transmisi dan menyebabkan gejala kasar dan jedug-jedug.

Pemilik mobil, khususnya yang sering terjebak dalam kemacetan, harus secara rutin memeriksa dan mengganti oli transmisi sesuai dengan panduan yang disediakan oleh pabrikan mobil.

Sebagai contoh, penggantian oli transmisi matik untuk Suzuki Ertiga direkomendasikan setiap 40 ribu kilometer atau 24 bulan.

Baca Juga: Kuliah Gratis di Jerman? Ini 4 Beasiswa yang Bisa Kamu Lamar

Sedangkan untuk Toyota Avanza, intervalnya adalah setiap 80 ribu kilometer atau 48 bulan.

Anda dapat memeriksa kualitas oli transmisi dengan menggunakan dipstik yang biasanya terletak di ruang mesin.

Oli yang masih baik akan berwarna merah dan memiliki aroma khas.

Jika oli sudah gelap dan berbau tidak sedap, maka sudah waktunya untuk diganti.

Halaman:

Tags

Terkini