Jimny generasi kedua di Indonesia hadir dalam berbagai varian, termasuk Jimny Super dan Jimny Sierra yang sangat populer pada era 1980-an.
Baca Juga: Spesifikasi Suzuki Jimny 5 Pintu yang Telah Muncul di Indonesia
Popularitasnya mendorong Suzuki untuk menciptakan model baru bernama Katana di tahun 1990-an, yang dilengkapi dengan penggerak 4x2 untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Jimny SJ413 atau Carribian dengan mesin 1.300 cc juga diperkenalkan pada tahun 2004, dengan fitur kabin ekstra di belakang jok pengemudi.
3. Generasi Ketiga (2017)
Setelah vakum cukup lama, Suzuki kembali memperkenalkan Jimny generasi ketiga di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun 2017, dengan jumlah 88 unit.
Baca Juga: 10 Jam Tangan Seiko yang Cocok untuk Wartawan dengan Kegiatan Seabrek di Lapangan
Model ini dilengkapi dengan mesin 1.300 cc dan fitur yang memungkinkan pengguna untuk beralih antara penggerak dua roda atau empat roda saat berkendara.
Jimny tipe ini juga dikenal sebagai Jimny Wide, dengan desain yang dinamis dan modern.
4. Generasi Keempat (2018 - sekarang)
Pada pameran GIIAS 2018, Suzuki memperkenalkan Jimny generasi keempat dengan desain eksterior yang mengalami pembaruan besar.
Respon positif langsung mengiringi peluncuran Jimny generasi keempat ini setahun kemudian, menegaskan posisinya sebagai SUV kompak yang tangguh namun tetap mempertahankan karakteristiknya yang khas.
Fitur-fitur inovatif seperti Hill Hold Control, Hill Descent Control, Traction Control, dan ESP meningkatkan pengalaman dan keamanan pengemudi saat melintasi medan off-road.
“Setiap generasi Jimny di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing, namun kami terus berinovasi untuk mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen," kata Harold.
"Identitas Jimny tetap terjaga dari generasi ke generasi, sehingga pengguna dapat merasakan warisan sejarahnya. Dan ini hanya awalnya, kami akan terus menambahkan bab baru dalam sejarah Jimny di Indonesia dengan menghadirkan varian-varian baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” tutup Harold. ***