Tersedia tiga pilihan baterai, masing-masing dengan kapasitas berbeda yang mempengaruhi jarak tempuh, yakni 25,05 kWh, 28,86 kWh, dan 29,23 kWh.
Sementara itu, varian High-end memiliki motor penggerak yang sama, namun dengan tenaga yang lebih besar, yaitu 56 kW dan torsi puncak 150 Nm.
Baca Juga: Presiden Jokowi Menjenguk Luhut di Singapura, Kondisinya Menarik Perhatian
Baterai yang digunakan pada varian ini berkapasitas 40,3 kWh, memberikan jarak tempuh maksimal hingga 408 km.
Langkah ambisius dari Chery New Energy ini memberikan opsi yang lebih luas kepada konsumen dengan kebutuhan dan preferensi yang beragam.
Chery Little Ant tidak hanya menghadirkan pilihan yang luas dalam hal baterai, namun juga dalam hal varian performa.
Ini memberikan konsumen kemampuan untuk memilih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari mereka. Dengan jarak tempuh yang beragam, Chery berusaha memenuhi kebutuhan mobilitas yang berbeda-beda.
Namun, persaingan di pasar mobil listrik tidak hanya melibatkan Chery Little Ant. Wuling Air ev, salah satu pesaingnya, telah menjadi pilihan populer di pasar Indonesia.
Dengan harga yang bersaing, kedua model ini siap bersaing untuk merebut hati konsumen yang semakin sadar akan lingkungan dan efisiensi bahan bakar.
Dalam membandingkan kedua model ini, Dr. Andi Wijaya, seorang ahli otomotif, mengatakan, "Wuling Air ev telah menjadi pilihan yang solid di pasar mobil listrik Indonesia."
"Namun, dengan harga yang ditawarkan oleh Chery Little Ant, mungkin akan menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang mencari nilai lebih dalam segi performa dan desain," tandasnya.
Sebagai penutup, persaingan di pasar mobil listrik semakin memanas dengan kedatangan Chery Little Ant.
Dengan harga yang menarik dan beragam pilihan baterai, mobil ini siap bersaing dengan pesaing-pesaingnya, termasuk Wuling Air ev.