Ia menambahkan, skema pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih dalam proses. Sementara itu, pembangunan gerai permanen Kopdes Merah Putih tengah dilaksanakan oleh Agrinas.
"Yang dari Himbara itu sekarang masih dalam proses. Pembangunan gerainya juga sedang dilaksanakan oleh Agrinas," jelas Salim.
Salim menilai keterbatasan modal menjadi salah satu faktor yang membuat koperasi kesulitan menjalankan usahanya. Selain itu, kapasitas pengurus dalam mengelola koperasi juga masih menjadi tantangan.
"Memang belum kuat. Mungkin juga dari sisi pengurusnya sendiri," katanya.
Ia menegaskan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam terus memberikan pendampingan, baik dalam penguatan kelembagaan maupun pembinaan pengelolaan koperasi.
"Kami dari dinas sifatnya memfasilitasi, baik pendampingan kelembagaan maupun pembinaan," imbuhnya.
Terkait perkembangan program Kopdes Merah Putih di Kota Batam, Salim menyebut seluruh 64 kelurahan telah memiliki koperasi yang terbentuk.
"Jumlahnya 64 koperasi, sesuai dengan jumlah kelurahan di Kota Batam," ujarnya.
Namun, pembangunan dan operasional gerai belum seluruhnya rampung karena masih terkendala ketersediaan lahan.
"Dari yang sudah memiliki lahan, sekitar 45 lokasi," terang Salim.
Ia menjelaskan, sebanyak 43 gerai telah dibangun, sementara dua lainnya masih menunggu pembangunan. Adapun lokasi yang belum memiliki lahan masih dalam tahap pengajuan maupun pencarian.
"Sebanyak 43 gerai sudah dibangun dan dua lainnya belum. Sisanya masih dalam proses pengajuan atau pencarian lahan," tandasnya.
Hingga kini, pembangunan gerai Kopdes Merah Putih di Batam terus berjalan. Pemerintah Kota Batam juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kodim dan Agrinas, guna mempercepat pembangunan gerai di puluhan titik yang telah direncanakan. ***