Usai menerima ancaman tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan ketua RT setempat dan Polsek Jagakarsa.
Atas arahan kepolisian, seluruh siswa diminta tetap berada di area lapangan sebelum akhirnya dipulangkan secara bertahap sebagai langkah antisipasi.
"Sambil itu saya melapor kepada ketua RT dan Polsek. Kami juga mendapat imbauan dari kepolisian agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas," tutur Subekhi.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung mengambil langkah pengamanan.
Seluruh siswa dan guru dievakuasi sebelum proses sterilisasi dilakukan.
"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," kata Nurma.
Proses penyisiran dan pengamanan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya, Densus 88 Antiteror, Tim Inafis, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan di lokasi dan menyelidiki sumber serta motif pengiriman pesan ancaman tersebut. ***