PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA BARAT -- Publik tengah menyoroti penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri di sejumlah lokasi, termasuk sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita uang dalam berbagai mata uang asing dan rupiah serta 74 kilogram emas batangan.
Penggeledahan itu merupakan bagian dari penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi, di antaranya pengadaan batu bara yang diduga memicu blackout, kasus PT Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak usaha PT Krakatau Steel.
Baca Juga: Viral Kisah Anak Pengamen di Medan Bertemu Keluarga Usai Video Menyentuh Hati
Perhatian publik semakin meningkat setelah penggeledahan tersebut diikuti kabar pengunduran diri Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Sebelumnya, Febrie mengakui bahwa rumah di Sentul yang digeledah penyidik merupakan kediaman pribadinya.
Penggeledahan Disebut Bagian dari Pemberantasan Korupsi
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
"(Penggeledahan itu) untuk menyampaikan proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, tindak pidana pencucian uang," ujar Budi dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi, termasuk di lingkungan aparat penegak hukum.
"Pemberantasan tindak pidana korupsi ini merupakan atensi Presiden RI," tegasnya.
Polisi Sita 74 Kilogram Emas dan Ratusan Miliar Rupiah
Penggeledahan di rumah kawasan Sentul dilakukan pada Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Hotman Paris Geram Tak Diizinkan Temui Santri Korban Pembakaran Ponpes di Lombok Tengah
Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengungkapkan penyidik menemukan sebuah brankas berisi tujuh koper yang menyimpan emas batangan dan uang tunai dalam berbagai mata uang.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper," kata Totok di Bogor, Kamis (9/7/2026).