Di sana, tim Klinik Gyesu diperlakukan semena-mena oleh para tabib istana.
Namun, karena fokus menyelamatkan pasien, Yoo Se Poong bahkan tidak peduli dengan semua diskriminasi mereka.
Yoo Se Poong dan tim klinik Gyesu bahkan berniat mencari bahan ramuan obat sendiri jika tidak didukung oleh tabib istana.
Empati Tinggi
Sangat jarang sekali ada dokter sangat empati terhadap pasiennya.
Apalagi para dokter pada masa Joseon lebih mementingkan status saat menerima pasien.
Namun Yoo Se Poong punya empati tinggi yang membuatnya mau mengobrol bersama keluarga dan orang-orang terdekat pasien.
Hal ini sangat berguna dalam mengetahui penyebab penyakit pasien.
Empati yang tinggi membuat Yoo Se Poong melakukan langkah-langkah berani selama merawat pasien.
Termasuk mendatangi tempat-tempat yang biasa dilalui pasien, melakukan hobi pasien, hingga membuat kegiatan yang disukai pasiennya.
Semua ini dilakukan agar pasien lebih terbuka soal penyakitnya.
Tidak Serakah
Sejak menjadi dokter di Klinik Gyesu, Yoo Se Poong meneruskan tradisi yang telah dibuat sang pemilik klinik, Gye Ji Han (Kim Sang Kyung).
Para dokter Klinik Gyuse hanya menerima uang dari pasien orang kaya.
Sedangkan bagi orang miskin diperbolehkan membayar seadanya.