PONTIANAKGLOBE.COM -- Park Sung Hoon, bintang drama Korea "Queen of Tears", mengungkapkan kisah yang mengharukan tentang masa lalunya.
Meskipun dikenal karena perannya sebagai karakter antagonis yang memicu emosi penonton, Park Sung Hoon mendapat simpati karena perjalanan hidupnya yang penuh rintangan menuju dunia akting.
Dalam episode acara televisi "You Quiz On The Block" yang ditayangkan pada Senin (1/5/2024), Park Sung Hoon membagikan bagaimana ia menjadi tulang punggung keluarga.
Baca Juga: Bidik Bacagub Banten, Airin Rachmi Diany Resmi Daftar ke PDIP dan PKB
Ayahnya, yang bekerja di bank, terkena dampak PHK saat krisis moneter IMF pada akhir tahun 90-an.
Berbeda dengan karakternya sebagai Yoon Eun Sung dalam "Queen of Tears" yang hidup berkecukupan, Park Sung Hoon tumbuh dalam keluarga miskin.
Ia juga memberikan tanggapan atas rumor yang menyebutkan bahwa ia berasal dari keluarga kaya saat membintangi drama "The Glory" di Netflix tahun sebelumnya.
"Aku bukan berasal dari keluarga berada dan mengalami masa sulit setelah krisis moneter IMF," ungkap aktor berusia 39 tahun tersebut.
Ketika berkumpul dengan teman-temannya di sekolah, Park Sung Hoon harus menunggu mereka membeli burger karena ia tidak memiliki uang saku.
Perjalanan karier Park Sung Hoon di industri hiburan tidak semulus yang dibayangkan. Selama 10 tahun berkarier sebagai aktor, ia hanya mendapatkan pendapatan sebesar 50 ribu won (sekitar Rp 588 ribu) per tahun.
Baca Juga: Presiden Jokowi Makan Mi dan Berinteraksi dengan Warga Mataram
Selain itu, ia juga tinggal di ruangan bawah tanah selama 7 tahun, mirip dengan yang digambarkan dalam film "Parasite".
Kamar Park Sung Hoon sering tergenang air saat hujan turun. Untuk mencuci selimutnya, ia bahkan memanfaatkan genangan air banjir.
Pada suatu waktu, Park Sung Hoon hampir menyerah pada mimpinya menjadi seorang aktor.
Saat menjalani wajib militer, ia bahkan bertanya kepada ibunya apakah sebaiknya ia tetap di kamp militer.