PONTIANAKGLOBE.COM JAKARTA — Puluhan orang berkumpul di depan Mabes Polri hari Jumat, 10 November 2023, menuntut pembatalan konser Coldplay minggu depan dengan membentangkan spanduk berukuran besar bergambar vokalis Chris Martin.
Baca Juga: ColdPlay Sosok Spesial yang Disebut Jin BTS Akan Kolaborasi di Album Solonya, Benarkah?
Kelompok yang menamakan diri Gerakan Nasional Anti LGBT (Geranati-LGBT) menyatakan bahwa band Coldplay dianggap mengkampanyekan perilaku LGBT.
Setelah mediasi dengan polisi, mereka menuju Kedutaan Besar Inggris, memprotes kedatangan Coldplay, dengan tudingan serupa.
Baca Juga: Inara Rusli Izinkan Virgoun Bertemu Anak dengan Syarat: Jadwal dan Pemulangan Tepat Waktu
Juru bicara Geranati-LGBT, Novel Bamukmin, mengungkapkan bahwa penolakan terhadap konser Coldplay sudah berlangsung beberapa bulan lalu.
Namun, ia juga mencatat adanya upaya untuk mengadu domba antara masyarakat dan aparat keamanan.
Baca Juga: Aurelie Moeremans dan Wika Salim Memukau di Pembukaan Piala Dunia U-17 2023
Mereka kembali menegaskan bahwa penolakan ini bukan terhadap seni, melainkan terhadap pesan LGBT yang dianggap bertentangan dengan syariat agama.
Massa kemudian bergerak ke Patung Kuda, dekat Monas, menuju gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Meskipun tidak dapat mencapai kedua gedung tersebut karena dikawal aparat keamanan, mereka tetap melakukan aksi unjuk rasa.
Koordinator lapangan Geranati-LGBT, Hussein, menambahkan alasan lain protes mereka terkait dengan konflik Israel-Hamas, sambil mengancam tindakan lebih lanjut jika Coldplay tetap konser di Jakarta tanpa jaminan tidak membawa unsur LGBT.