Selain menjamu para peserta dengan kopi, Pastor Joni juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Parade Skuter Borneo ke-21 dengan menyediakan BBM Pertalite bagi rombongan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Temajok.
Selama berada di Temajok, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan touring.
Berbagai agenda sosial juga digelar sebagai bagian dari rangkaian Parade Skuter Borneo.
Pada siang hingga sore hari, para peserta melaksanakan bakti sosial bagi masyarakat sekitar, dilanjutkan dengan pelepasan tukik atau anak penyu ke habitatnya, kemudian mengikuti rolling mengelilingi kawasan Temajok.
Menurut Br Stephanus Paiman, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa komunitas Vespa tidak hanya berkumpul untuk menyalurkan hobi berkendara, tetapi juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
"Luar biasa antusias peserta Parade Skuter Borneo ini. Boleh dikatakan semua usia berkumpul sebagai satu keluarga dan bersaudara. Bupati Kabupaten Sambas juga mendukung kegiatan ini," ujar Br. Stephanus.
Ia menambahkan, agenda bakti sosial dan pelepasan tukik merupakan bagian penting dari semangat yang terus dijaga dalam Parade Skuter Borneo.
"Ini berarti para pencinta Vespa tidak hanya hura-hura karena hobi, tetapi punya kepedulian pada sesama yang berkekurangan serta ikut menjaga dan melestarikan penyu yang mulai punah ini," katanya.
Semangat yang sama juga dirasakan Hasan, anggota FRKP WB Vespa Lovers yang berangkat dari Bukit Kelam, Sintang. Sebelum bergabung dengan rombongan, ia bermalam di Sekretariat FRKP di kawasan Purnama, Pontianak.
"Saye senang dapat selalu ikut giat PSB ini. Umur boleh tambah tapi spirit untuk bertemu sesama pencinta Vespa itu mengalahkan segalanya. Kami belajar dari si tua kami, Bruder Steph," ungkap Hasan.
Parade Skuter Borneo ke-21 kembali menunjukkan bahwa komunitas Vespa bukan hanya tentang kendaraan klasik dan perjalanan jauh.
Di balik deru mesin skuter, tumbuh nilai persaudaraan, solidaritas, kepedulian sosial, hingga komitmen menjaga kelestarian alam. Pertemuan kembali Br. Stephanus Paiman dengan Bro Sofyan dari Sabah menjadi salah satu bukti bahwa persahabatan yang terjalin di jalan raya dapat bertahan melampaui waktu dan batas negara. ***