otomotif

Presiden Jokowi Ngeluh Kendaraan Roda Dua dan empat Bikin Macet, Ini Jawaban Netizen

Jumat, 17 Februari 2023 | 16:08 WIB
Presiden Jokowi saat berada di dalam mobil merek Wuling (Sumber foto: Tangkapan layar Youtube Setneg)

PONTIANAKGLOBE -- Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi mengeluh dengan kondisi kemacetan di sejumlah daerah di Tanah Air yang disebabkan jumlah kendaraan roda dua dan empat.

Dia menginginkan supaya kendaraan roda dua dan empat bikin macet berkurang maka pelaku industri otomotif melakukan ekspor kendaraan ke luar negeri ketimbang menjual ke pasar domestik.

"Supaya tidak macet, saya mengajak seluruh industri otomotif berorientasi ekspor. Di Jakarta macet, saya pergi ke Surabaya Macet, ke Bandung macet, medan macet," kata Presiden Jokowi diselah membuka pameran International Motor Show (IIMS) 2023 dikutip Pontianak Globe, Jumat (17 Februari 2023).

Dilansir dari laman Kementerian Dalam Negeri, dia mengatakan penyebab macet karena saat ini penjualan mobil mencapai 1,04 juta unit dan motor hingga 5,22 juta unit termasuk untuk konsumen dalam negeri.

Pontianak Globe merangkum dari sejumlah cuitan netizen mengomentari pandangan Presiden Jokowi mengenai kemacetan diakibatkan jumlah kendaraan roda dua dan empat.

Ada yang tidak setuju dengan tujuan ekspor, ada yang berpandangan penyebab kendaraan banyak di jalanan karena memebrikan pemasukan bagi pajak daerah dan lainnya.

Berikut pandangan netizen, Juan Librata @ju3nlie: Tidak setuju, pak. Pemerintah pusat harus sinergi dengan daerah untuk benahi dan kelola transportasi umum. Mana ada orang yang mau susah-susah kendaraan umum kalau pakai kendaraan pribadi lebih praktis?

Herza @herzaislad: Semakin banyak orang punya kendaraan pribadi, semakin banyak pendapatan dari pajak kendaraan. Kalau kendaraan umum banyak dan bagus dan murah, kendaraan pribadi tidak laku, turun pendapatan pajak, belum lagi investor industri otomotif bisa hengkang. Bagi pemerintah, cuan lebih utama daripada atasi macet.

Irwan @guruproperti: Pakdhe (Presiden Jokowi), solusinya simple (mudah), transportasi umum bikin yang terkoneksi dan nyaman, otomatis rakyat pindah naik transportasi umum, seperti di Eropa dan negara-negara maju yang lain. Sukarela malah, karena hemat biaya, nyaman, aman dan cepat.

Tags

Terkini