otomotif

Kemenperin Punya Strategi Hadapi Tantangan Industri Otomotif Tanah Air Orientasi Ekspor

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:23 WIB
Kementerian Perindustrian menilai inovasi ketersediaan bahan baku salah satu upaya memperkuat sektor otomotif dalam negeri (Sumber: Dok. HPM (Honda Prospect Motor))

PONTIANAKGLOBE -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai industri otomotif masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menopang sektor manufaktur dalam negeri berorientasi ekspor.

Kemenperin menilai tantangan itu meliputi ketersediaan bahan baku, kekurangan semi-konduktor, logistik dan transportasi, serta biaya energi yang tinggi.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan R. Hendro Martono mengutarakan kementerian melakukan upaya untuk mengatasi tantangan tersebut seperti mendorong perusahaan untuk mengembangkan sayap untuk menjangkau pasar-pasar baru.

"[Kemenperin] menguatkan inovasi, serta meningkatkan anggaran research & development (R&D). [Dengan begitu] dapat menjadi basis Kemenperin memperjuangkan insentif untuk industri otomotif. Inovasi ketersediaan bahan baku juga kunci bagi masa depan industri otomotif," kata Hendro dari siaran pers Kemenperin dikutip Pontianak Globe, Selasa (31 Januari 2023).

Dalam upaya peningkatan bahan baku, Kemenperin akan meningkatkan kandungan produk lokal berupa suku cadangan atau komponen lainnya dengan pengembangan oleh industri kecil dan menengah.

"[Oleh karena itu], perlu kemitraan industri besar dan kecil untuk menghasilan sesuatu yang hebat," kata Hendro.

Sebagai informasi, industri otomotif menunjukan ekspor bagus khususnya empat roda sebanyak 473.000 unit mobil atau meningkat sebesar 60,7% pada 2022 dibandingkan 2021 yang sebanyak 294.000 unit mobil.

Tags

Terkini